
SINOPSIS BY : IKA SETIANINGSIHXap2SMK NEGERI 1 PURBALINGGACHAPTER ONE :RETACLE SENIOR HIGH SCHOOLSeorang gadis yang cantik,duduk di ranjang sambil membaca sesuatu.Di kedua tangannya ada sebuah lembaran kertas berwarna jingga. Di sudut kamarnya mengalun lagu “Sendirinya_Kotak” dari Dream Band.Astrianta Ivy,begitu nama gadis itu. Ivy mengeleng-geleng. Retacle Senior High School emang aneh. Peraturannya aneh bin ajaib,tapi rada bangga juga Ivy masuk ke Retacle Senior High School,meski Cuma gara-gara bea siswa tapi Ivy udah bersyukur banget. Ivy berdiri didepan Retacle Senior High School sambil melongo. Gedenya sekolahan ngalahin Stadion Gelora Bung Karno,kayaknya emang pantes banget dinobatin jadi sekolah paling keren yang ada di Indonesia. Ivy berjalan menuju kelasnya,dengan pelan Ivy mengetuk pintu, pak Harry Wali kelas 2-3,setengah jengkel begitu Ivy memasuki kelas, kelas yang tadinya begitu ramai,lansung senyap. Ivy masuk dengan ragu-ragu dan memandang sekeliling. Ya ampun gue pasti kebanting abis ma penampilan anak-anak disini,batin Ivy. Dia berjalan dengan pelan,tiba-tiba ada kaki yang menghalangi jalan Ivy. Ivy kehilangan keseimbangan dan......”BRUK!”, Ivy terjatuh. Anak-anak pada ketawa,ivy bangun dan....”PLAK!” tamparan mulus mendarat di pipi kanan cowok itu. Tawa kelas 2-3 seketika lenyap. Ivy berjalan kebangkunya dan mulai mengikuti pelajaran.Ivy melintasi pelataran parkir Retacle Senior High School yang gede banget sambil baca komiknya. Banyak banget mobil-mobil mewah bertebaran di pelataran parkir. Sebuah Honda Jazz warna hijau berhenti di depannya.Seorang cowok mengajak Ivy pergi setelah mereka berkenalan dan cowok itu bernama YUDHA.Di Cilandak Town Square, Ivy dan Yudha langsung pergi ke toko pernak-pernik untuk membelikan hadiah ulang tahun adiknya Yudha. Ivy menunjukan sebuah kotak musik bebahan crhystal yang di dalamnya ada beruang kutub lagi mancing. Ada rumah-rumahannya. Kalo digoyang ada salju turun. Lucu banget. Yudha ketawa dan membeli barang tersebut. Dengan seenaknya sendiri Yudha menggandeng tangan Ivy dan mengajak Ivy makan di cafe.Beker ayam-ayaman Ivy berbunyi dengan keras. Dia menguap lalu mematikan bekernya. Ivy mandi lalu berangkat sekolah. Sampai di gerbang skul, Ivy bertemu dengan Yudha dengan senyum lebarnya. Yudha memeluk Ivy sebagai ucapan terima kasih karena kado yang di pilihkan oleh Ivy ternyata disukai oleh adiknya. Di kelas Ivy benar-benar bingung. Bangkunya hilang lenyap. Ivy nyoba nyari di ruang sarana prasarana,tapi hasilnya tetep gak ada.Bel berdering. Pak Harry memasuki kelas 2-3, ivy belum datang. Ivy memasuki kelas , pak Harry memandang Ivy dengan amat merendahkan. Ivy benar-benar tersinggung dengan perlakuan Pak Harry,Ivy lepas kontrol dan memaki Pak Harry dengan mengacungkan jari tengahnya lalu pegi dari kelasnya.Ivy berjalan ke kantin dengan kesal sambil menggumam,”Sekolahan apaan ni,semua orang mbela Gwen,mentang-mentang ortu tajir,lantas semua guru pada tutup mata,tutup telinga en tutup pori-pori?Bete banget!”. I kantin dia pesen minumam. Dia melihat sekeliling. Ada sekeompok siswa-siswi yang lagi becanda. Ada Yudha di situ. Yudha menyapa Ivy dengan senyumnya yang menyenangkan. Yudha memperkenalkan Ivy kepada teman-temannya. Putri,Triaz sama Yoga mereka adalah anggota REVOLUTION GANK.Ivy berjalan pulang, tiba-tiba di gerbang Ivy di hadang sama kelompok geng. Bukan gengnya Gwen, lain. Ivy menerobos tapi gagal, seoarang cewek memegang pemegang bas ball mendekati Ivy,”Maksud lo ngapain ndeketin Yudha?”.”Dia minta gue...”, sebelum Ivy menyelesaikan kalimatnya,dua orang cewek memegang tangan Ivy. Tu cewek mau mukul Ivy. “STOP”, ivy menoleh ada Yudha yang sedang berjalan menghampirinya. Yudha memaki Melly karena mengkroyok Ivy dan bergegas mengajak Ivy masuk ke mobilnya. Mobil Yudha pun pergi dari pandangan Melly. Yudha menghentikan mobilnya di pinggir jalan, hening sesaat, ivy jadi makin tegang. “Lo mau nggak jadi cewek gue?”. DEG!!!! Ivy kaget banget Yudha buru-buru menambahkan, “Cuman pacar bo’ongan kok. Lo kudu nerima,soalnya gue tuh udah bosen banget di ganggu sama bangsanya Melly.” Ivy memandang Yudha, “Give me a time” .Besoknya ke sekolahan, ivy udah ngambil kesimpulan buat nolak Yudha. Tapi di bangkunya ternyata full sampah. Banyak bungkus snack bertebatan,hanya di bangku Ivy. Ivy berlari keluar. Di Mading Utama, banyak sswaq yang ngeliat, ivy menerobos. Setelah melihat beritanya Ivy makin ngamuk,dia pergi ke redaktur mading. Disana dia ketemu ketua redaktur mading, Marissa. “Apa maksud lo bergandengan tangan ma Yudha?”kata Marissa. “Ivy pacar gue!” Yudha berdiri tepat di belakang Ivy. Ivy kaget. Sementara Ivy Marissa benar-benar menerima kekalahannya.CHAPTER TWO :REVOLUTION GANK“Inilah,anggota,Revolution Gank terbaru...” Triaz,Putri dan Yoga diam tak bereaksi. Yudha mengumumkan jadiannya ke temen se ganknya dan memasukan Ivy sebagai anggota ganknya juga. Putri ngamuk dan putri pun cepat-cepat hengkang dari tempat itu. Triaz meletakkan Tabloid Gaul kesukaannya yang bercover Dwi Andika lalu berdiri, “Semua ini gara-gara lo tau gak!”. Triaz pergi. Ivy merasa bersalah banget.Ivy lagi jalan-jalan di mal, instinct ngeluyurnya lagi kumat. Tiba-tiba Ivy melihat Putri lagi godain oom-oom yang lewat bareng temen-temennya yang gak jelas statusnya. Ivy langsung menarik tangan putri dan mengajaknya ke toilet. Putri melepas tangannya lalu duiduk di toilet sambil nangis. “Gue bete hidup dirumah kayak neraka. Nyokap gue nggak pernah nyibukin dirinya buat gue,bokap gue juga gitu,siang di New York,malem udah ada di Paris. Meski gue hidup ada dsi lingkungan jorang kaya,tapi gue nggak bahagia,gue kurang kasih sayang. Hiburan gue yah,cuman ngerjain janak-anak macem lo di skul. Gue bee abiz,makanya gue nyalurin kebetean gue lewat genk anak nakal.”Ivy tersenyum,”Kenapa lo harus merasa kesepian? Kan ada gue . gue siap bantu kok. Kalo lo kesepian,lo ke kost gue aja. Mungkin dengan gitu nyokap ma bokap lo banggan dpunya anak yang bisa ngebahagiain dirinya sendiri tanpa nangis. Putri mengusap air matanya dengan tersenyum dan akhirnya mereka pun berpelukan. Esok harinya.....”Hai,guys....”sapa Ivy. Triaz tetep baca tabloid kesayangannya Gaul,Yoga diem,Yudha antusias. Putri keluar. Dulu Putri yang nge-rock abiz. Kini feminin banget. Triaz heran. “Oke Revolution Gank uda pada ngumpul semuanya. Dan kita berjanji nggak bakalan ada peselisihan di antara kita,oke?”kta Ivy. “SETUJUUU!” Yoga tersenyum penuh arti.Senyumnya misterius.Ivy baru darang kekelas. Di atas mejanya ada sepucuk surat beramplopkan warna violet. Ivy menaruh tasnya lalu membacanya. Ivy melongo setelah membaca puisi dari orang misterius tersebut. Esoknya tuh puisi dateng lagi. Ivy makin bingung aja. Siapa sih yang niat banget bikinin Ivy puisi?. Ke esokan paginya puisi misterius itu dateng lagi.“Jiwa ini berteriakLayaknya burung gagakDiantara air beriakCinta Arjuna tlah bersinarMeski kupu-kupu ArjunaTlah hilang dan matiCinta Arjuna tlah bersemiDiantara keindahan jaring cinta abadi~ARJUNA~Ivy makin puyeng aja. Siapa sih yang nekat bikin Ivy puisi. Ivy meminta tolong ke Pak Satpam untuk mencari tahu siapa orangnya dan pak satpam pun menyetujuinya.Resenya eokmya, pak satpam bilang ke Ivy kalo nggak tahu banget siapa yang naruh puisi misrerius itu. Ivy lagi tidur-tiduran di kamarnya.”Tok..tok..tok..” ivy membuka pintu. Ibu kos berdiri di depan pintu sambil membawa surat. Ivy membaca surat itu.“Untuk : Asrtantia IvyAssalamualaikum. Wr. WbBagaimana kabarmu? Baik-baik saja? Apa kamu disana baik?Ibu Cuma menanyakan, apa kamu sudah menemukan ayahmu?Sepertinya surat ini sudah cukup.ALEXANDRAIvy membuka lemarinya lalu mengambil foto ayahnya yang tersisa. Ivy mengamati fotonya dan membalik fotonya. Ada nama ayahnya. Allesandro Daniel Smith.Puisi itu makin menjadi-jadi keesokan harinya. Seperti biasa vy selalu nyampein puisi-puisi iu ke Triaz dan Ivy. Yoga yang dari tadi baca Gaul-nya si Triaz nyeletuk “Puisi kapiran kayak gitu pasti datemg dari cowok yang putus asaan,” katanya dingin tanpa ekspresi. Ivy berdiri lalu pergi dan mengacungkan jari tengahnya ke Yoga. Makud Yoga itu apaan sih?CHAPTER THREE :KISSIvy bener-bener nggak ngerti apa yang ada di otak Yoga. Perasaan,Ivy nggak pernah tuh nyirikin Yoga,tapi kenapa Yoga setengah koit nyirikin Ivy. Heran!.Hari itu,hari senin,seperti kebiasaan lama,puisi itu dateng untuk kesekian kalinya. Ivy kejatuhan ide. Gimana kalo Ivy nunggu sampe pulang sekolah,mungkin penggemar Ivy naruh tuh puisi tiap pulang sekolah. Makanya Pak Satpam nggak nemuin pelakunya.Jam tangan Ivy nunjukin pukul dua lewat lima. Ivy ngintip di kelas 2-2. tiba-tiba ada cowok masuk ke kelasnya Ivy. Tu cowok celingak-celinguk lalu meletakan tu puisi ke meja. Kena lo! Tiba-tiba tu cowok narik tangan Ivy lalu menempelkan bagian belakang badan Ivy ke white board . tu cowok mengambil sesuatu di balik jasnya,yang ternyata sebuah pisau. Tu cowok mainin pisau ke muka Ivy. Ivy asli ketakutan. Kakinya gemetaran saking takutnya. Tu cowok mau menggores wajah Ivy pake pisau. Tiba-tiba ada sesosok tangan yang menarik kerah belakang jas tu cowok lalu memukul muka tu cowok dengan super keras. Ivy terkulai di lantai sambil ditambahi tetesan air dari matanya. Tu cowok pergi. Yoga menolong Ivy dari cowok sialan itu. Yoga diam. Yoga mendekati Ivy. Mengusap airmatanya. Lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Ivy. Akhirnya bibir Yoga menempel tepat di bibir Ivy.Keesokan harinya Ivy dipanggil sama Ajeng. Tanpa meletakkan tas lagi, Ivy langsung ke Mading Utama. Ivy mencoba ngeliat tapi gagal. Ivy loncat-loncat. Setelah berhasil Ivy bener-bener kaget. Ada foto Ivy dan Yoga lagi ciuman. Gede banget. Kayaknya difoto lewat HP. Ivy merobek to foto lalu ke Redaktur Mading.Dalam waktu beberapa jam,kisah cinta antara Ivy, Yoga dan Yudha langsung jadi sorotan. Yoga dan Ivy lagi di kantin.vy nangis. Tiba-tiba Yudha dateng sambil marah-marah. Yudha memukul pipi kiri Yoga. Yoga membalas. Mereka bekelahi hebo di kantin. “STOP!STOP!” Akhirnya mereka berdua berhenti setelah mendengar teriakan Ivy. Yudha ngamuk-ngamuk.Yudha dan Ivy 100% di keluarin dari Revolution Gank. Ivy yang dulu lumayan dihormati sekatang jadi dimusuhin lagi. Ivy membuka tasnya. Ribuan semut merayap ditasnya. Ivy membuang tasya lalu membawa besi yang tergeletak pasrah di depan kelasnya dan lari ke pelataran parkir. Tongkrongannya Gwen.Gwen kaget. Kaca lampu,kaca depan,kaca spion,kaca samping,semua kaca yang ada di mobil Gwen,di pecahin sama Ivy. Mobil Gwen yang tadinya berdir dengan amggun kini jadi puing-puing. Ivy ersenyum dan maju selangkah lalu menampar Gwen.Ruang kepala sekolah emang keren. Dari segala sisi pun keren. Tapi semua orang masuk di ruang kepala sekolah pasti bete. Kepala sekolah memukul meja dan menyekorsing Ivy karena telah menghancurkan mobilnya Gwen. Yoga dateng dan menggandeng Ivy. Ivy melihat nama pemegang saham di white board. Selintas ada nama Allsendro Daniel Smith. Ketemu! Bokap gue!CHAPTER FOUR :REALLYIvy memeluk boneka semut sambil cemberut. Mukanya menunjukkan kalo tu anak lagi bete sekaleee.....”Lo sebenarnya ke Jakarta mau ngapain sih?” tanya putri sambil memutar lagunya Blue. “Bokap gue...”,”Oooo... lo punya fotonya?” kata Triaz. Ivy langsung membuka tasnya da memberikan foto ayah Ivy ke Triaz. Triaz kaget. “Dia bokap gue!!” kata triaz. Ivy nangis lalu memeluk Triaz.Lusanya,diskul ada acara pertandingan basket. Ivy baca komik di kebun daripada ngeliat basket. Soalnya ada Yudha yang tanding. Tetapi dugaan Ivy salah, Yudha nggak ikut tanding ,malahan dia sekarang sama Melanie lagi ateng dari arah lain di kebun. Melihat Yudha dateng, Ivy langsung berniat mo ngacir. Tapi Yudha dan Melanie langsung menyindir Ivy dengan kata-kata yang pedas di telinga. Kumpulan kata-kata mutiara pilhan Ivy keluar dengan ketus dari mulut Ivy. Yudha udah kalah. Ivy pun pergi dari kebun.Ivy berpikir keras di kamarnya. Antra tinggal di rimah orang kaya atau tetep ngekos? Ini adalah keputusan paling ngaruh dalam hidup Ivy. Tepat 15 menit kemudian, Triaz dan anak buahnya dateng.dalam sekejap Ivy sudah pindah. Hari ini, perjalanan baru akan dimulai.Tiga cewek cantik memasuki boutique of Paris di mal,sambil cekakak-cekikik. Ivy terkagum-kagum. Gaun halter neck warna kulit dengan potongan empire heart. Oh seksi banget. Bagus,anggun dan elegan.Di showroom, Triaz kayak tante-tante. Cerewet banget. Mungkin karena udah beli Gaul yang baru jadi dia tak bisa mingkem. Dan akhirnya dia menemukan pilihannya. Sebuah mobil Jaguar warna merah jadi milik Ivy.CHAPTER FIVE :LOSERTriaz menunjukkan nomer plat mobil jaguar milik Ivy. B1VY. Sangat berkarakter sekaleee.... lima belas menit kemudian,mobl jaguar milik Ivy udah meluncur dengazn mulus di jalanan Jakarta,Ivy nggak bisa ngungkapin rasa bahagianya. Sementara Triaz bak juri internasional baca Gaul di samping Ivy. Matanya melotot ketika melihat berita baru tentang AFI. Ampe dirumah Ivy ditarik-tarik sama Triaz. Kamar spa, memang agak gimana gitu,tapi setelah Ivy nyoba. Ternyata asik banget,. Badan di pijet-pijet,rambut dui pegang-pegang. Pokoknya nikmat sekaleeee....Ivy diriasin dan kayaknya badan Ivy dari bawah ke atas tuh ‘kinclong’. Ivy sudah 180 derajat berubah total. Tubuhnya dibalut sama baju designer keren. Kakinya memakai sandal yang keren. Rambutnya lurus dan berwarna hitam. Ivy sudah berubah menjadi putri.Revolution Gank udah bubar. Soalnya Triaz dan Putri udah ngundurin diri. Gabung sama Yoga dan Ivy. Emang enak? Mereka lagi ngomgongin tentang liburan Valentine hari sabtu nanti ke Anyer bareng sama Yoga tentunya dan Toni cowok barunya Putri.Ivy lagi jalan-jalan ke mal. Mo nyari kado buat si Yga en beliin Triaz gaul yang terbaru. Ivy masuk ketoko buku. Dia melihat bukunya Nicholas Sparks yang ‘The Note Book’ tanpa ba-bi-bu lagi Ivy menyambarnya. Saat dia ke kasir ada sesuatu yang menahannya. Ada buku membuat cokelat. Ivy mengambilnya lalu ke kasir.Ivy mencoba resep di rumah. Kebetulan coklatnya udah jadi,tiba-tiba pak sarmin lewat di depan Ivy. Ivy memberikan coklatnya ke Pak Sarmin. Senyum muncul di wajah Ivy setelah Pak Sarmin mencoba coklat buatan Ivy.CHAPTER SIX :MY VALENTINEDua buah mobil berjalan dengan mulus di jalan raya. Kedua mobil itu berjalan menuju Pantai Anyer. Jam tangan Ivy menunjukkan pukul empat. Ivy berada di mobil Triaz. Ivy tertidur di bahunya Yoga. Sementara Yoga mengusap-usap rambut Ivy sambil mendengarkan lagunya Limb Bizkit dan baca buku. Keduanya tampak mesra sekali.Akhirnya pukul empat lewat banyak,mereka sampai di hotel. Pintu kamar 307 diketuk seseorang. Ivy membukanya. Seorang pria yang amat tampan, memakai jaket warna biru dan kaos putih serta celana marna hitam berdiri di depan pintu. Yoga mengajak Ivy ke pantai. Ivy mengambil sesuau lalu is bawa. Kotak warna merah muda.Perjalanan menuju poaqntai begitu romantis abiz. Setiap mata memandang banyak lampu warna-warni. Orang yang memandang Yoga dan Ivy iri banget. Soalnya mereka berdua pasangan paling oke yang ada di situ. Akhirnya mereka duduk di pasir. Ivy memberikan kotak tadi ke Yoga, Yoga membuka kotoknya. Ada coklat berbentuk hati yang sangat menarik hati. Yoga langsung memakannya. Semuanya. Habis. Tanpa sisa. Sampe-sampe di bibirnya ada sisa-sisa coklat.Mata yoga tertuju pada senbuah buku yang tergeletak di dalm kotak tadi. Yoga meraihnya dengan sangat heran. Yoga menyukai kado yang di berikan oleh Ivy. Yoga memberikan sebuah bungkus warna merah muda ke Ivy. Ivy dengan antusias membukanya. Ternyata,satu kaleng permen Fox warna kuning. Favorit Ivy. Ivy lalu mengambil satu permen tapi kok ada satu permen Fox warna ungu yang nyasar? Ivy mengambilnya lalu membukanya. “Cemplung!” sebuah cincin batu berlian warna putih jatuh ke pasir. Beserta tulisan dibungkus permen Foxnya.“Selamat Hari ValentineI Love YouForever””’~YOGA~Ivy memungut cincinnya. “Makasih ya say...” yoga tersenyum dan memeluk Ivy. Valentine yang sangat romantis.Ivy bener-bener seneng sama yoga. Semuanya dar Yoga, ivy suka. Udah keren,romantis,baik,pengertian,ramah,pandai,tajir lagi! Mana ada cowok kayak gitu di dunia ini kecuali Yoga. Bener-bener tipe cowok sekarang ini. Triaz dan Putri ampe takjub ngedenger cerita Ivy kemaren malem.Hari ini minggu pagi. Untuk keduanya, Ivy dan Yoga duduk di pinggir pantai sambil menikmati es kelapa muda yang seger. Putri dan Tony dateng dari belakang. Tony telanjang dada sambil bawa papan surfing. Ivy merem. Lalu menyandarkan kepalanya ke bahu Yoga.Senin pagi.....Hari ini katanya ada perayaan di skul. Makanya masuknya agak sorean. Di sekola tuh, rame banget. Dekorasinya keren. Banyak balon warna-warni. Banyak kertas crepe. Banyak hiasan keren. Yoga,Triaz,Putri en Tony berjalan ke Ivy. Tiba-tiba ada sesosok tubuh cowok mengintai Ivy dan kawan-kawan dari kejauhan. Dia mendekat. Semakin mendekat. Lebih dekat lagi. Dekat. Dekat.....dan.....”Ivy I love you.....” tu cowok memberikan mawar putih ke Ivy. Ivy kaget. Yoga apalagi “Nama gue Steven. Gue pindahan dari London,” kata Steven. Ivy masih kaget.Ivy dan Triaz riba di rumah. Triaz langsung ke ruang kerja. Ivy mengikutinya dari belakang. “Papa....!” Allesandro Daniel Smith tertawa, lalu memeluknya dan Ivy. Ivty agak aneh ketemu ama bokapnya setelah tujuh belas tahun. Rasanya aneh banget. Nggak merasa kaget. Apalagi merasa terkejut. Nggak ada rasa apa-apa. Hambar.Ivy lagi bengong di kamar, tiba-tiba bokapnnya dateng dan bilang kalo shisi alias Sreven mzaqu nemuin Ivy. i\vy melihat dirinya di cermin dan turun ke bawah. Seorang cowok memakai jaket orange,menghadap ke ruang tamu. Ivy di jodohin sama Shishi alias Steven oleh bokapnya.CHAPTER SEVEN :YUDHA IS BACKPukul delapan lewat lima, mobil Yoga berhenti di depan rumah Ivy. Mereka berangakat ke Care or Rrance, cafe faforit mereka. Pukul setengah sembilan meraka nyampe. Setelah pesan minum ma makan Ivy mulai membuka persoalan. Ivy menceritakan bahwa dia telah di jodohkan sama Steven oleh bokapnya. Ivy menatap Yoga tersenyum lalu mengusap air matanya.Ivy semakin deres tangisannya ngedenger pengakuan Yoga seharusnya menyenangkan hati. Ivy mulai berhenti menangis saat Yoga berhasil meyakinkannya atas cintanya kepada Ivy. Enta mengapa Ivy selalu tenang jika ada di sisi Yoga.Pukul sertengah sembilan malem Ivy deteng ke skul. Dia langsung ke kolam renang bareng gengnya. Triaz bener-bener kaget. Tiba-tiba dari arah belakang,seseorang menutup mata Ivy ivy menebak “Hallo say...” kata Ivy. Yoga tersenyum. Ivy bener-bener takjub ngeliat Yoga. Yoga keren banget. Tiba-tba steven dateng, ivy langsung bete. Malam itu bener-bener ngebetein buat Ivy juga Triaz.Keesokan paginya....Seperti kebiasaan nenek moyang,duo rese,Yudha dan melanie mesum di depan pintu kelas 2-3. ivy masuk kekelasnya. Yudha dan Melanie pergi. Pulang sekolah Ivy bareng sama Yoga. Mereka sampai di parkiran. Akhirnya motor tiger Yoga melesat dijalanan. Yoga masuk ke jalan perumahan. Daripda di jalan raya yang suka macet. Tiba-tiba jsesosok janak kecil lewat. Yoga menginjak rem. BLONG!!! Yoga membelokan motornya ke pagar tembok. Ivy dan Yoga terjatuh. Ivy di atas, kepala Yoga membentur pagar tembok. Darahnya mengalir banyak...Yoga terluka parah. Dia masuk UGD. Sementara Ivy nungguin di loby. Dia cuman luka lecet. Akhitnya dokter keluar dari UGD. Ivy masuk kekamar Yoga dan duduk di samping Yoga. HP Yoga berbunyi. Beberapa saat kemudian Yoga mematikan HP-nya. Ternyata ada yang memotong rem motornya Yoga. Ooo,gitu batin Ivy. Ivy udah nyampe di skul. Ditasnya ada gaul terbaru buat Triaz.Ivy bertemu dengan Yudha dan Melanie di lorong. Ivy cuek. Terus jalan. Yudha tertawa misterius, “Jangan pura-pura nggak tau deh,lo!” kata Yudha.”motor pacar lo!” JGER! Satu kata dari Yudha itu sudah nenbuat Ivy ngerti. Sebuah pukulan keras mendarat di rahang sebelah kiri Yudha. Ivy nangis. Yudha termenung. Yudha diem. Ivy nangis lalu berlari ke toilet. Yudha baru nyadar kalo kelakuannya udah ngelampaui batas balas dendam. Sebenarnya,asal tau aja. Ada rasa cinta yang besar buat Ivy dari Yudha.CHAPTER EIGHT :I’M SORRYPukul delapan malem.Ivy lagi baca Marmalade Boy di ruang tamu sambil ngemil permen Fox dari Yoga. Lagi asik-asiknya baca. Bel rumah Triaz berbunyi. Ivy membuka pintunya. Udha berdiri di depan pintu dengan hem abu-abu dan celana jeans warna biru. “ gue minta maaf...” Hah! Ivy kaget. Gimana mungkin. Cowok seangkuh Yudha bisa minta maaf. Bawa bunga Dandelion lagi. Ivy gak mau maafin Yudha. Pintu depan di banting dengan sedemikian rupa sehingga terdengar bunyi yang super keras.Dua hari tlah berlalu. Tau nggak yang jadian ma Steven? Triaz? Tepat! Dasar! Hari ini Yoga gak masuk. Pulang sekolah Ivy ngeliat Yoga. berhenti. Yoga mutusin Ivy, Yoga meninggalkan Ivy. Ivy menangis.CHAPTER NINE :BROKEN HEARTBeker milik Ivy berbunyi. Ivy lekas-lekas bangun.”Ya ampun. Mimpi. Untung aja.” Vy minum air putih, lalu ngulet dengan rasa bersyukur banget. Ada surat lagi di bawah pintu kamar Ivy. Ivy membacanya dan ternyata dari pujaan hatinya alias Yoga. Ivy ketawa. Ivy gembira banget,. Yoga masih berdiri di depannya dengan rawanya yang membuat dia makin tampan aja. Kontras banget dengan mimpinya tadi.Mobil sedan warna ungu milik Triaz berjalan dengan cepat de arah puncak. Sementara di jok belakang,ada sepasang manusia yang sedang ketawa ketiwi sendirian. Pukul delapan malam tepat,mereka sampai di sebuah rumah yang lumayan gede dengan aritektur yang wah. Ivy sendiri jbingung baget, kenapa tadi Yoga nyuruh Ivy buat make gaun warna putih. Yoga menggandeng tangan Ivy lalu berjalan muter ke halaman samping jmenuju ke belakang villa. Ivy bener-bemer tak percaya jdengan apa yang di liatnya. Seluruh tempat itu jbertaburan lilin putih. Ribuan lilin putih mengelilingi tampat itu. Sementara itu dekat meja makan ada kai putih yang menyebar di seluruh ruangan. Selain itu di dekat situ juga ada beberapa sangkar merpati putih yang sengaja di lepas. Pokoknya romantis banget. Ivy takjub banget. Yoga menarik kursi dabnn mempersilakan Ivy untuk duduk. Ivy bener-bener salut. Saking salutnya kata-kata yang kelluar dari mulutnya hanya ‘Waow’ doang. “ada sesuatu buat kamu..”kata Yoga. Ivy makin penasaran. Akhirnya Ivy membukanya. Kotak perhiasan. Ivy membuka kotak perhiasannya. Sebuah kalung emas warna putih yang bertuliskan huruf ‘Y&I’ singkatan dari nama Yoga dan Ivy. “Happy Birthday, Say...” yoga memakaikan kalung itu ke leher Ivy. Lampu-lampu di dalam dan di luar rumah menyala. Tenyata semua anak di Reracle Senior High Scool di undang. Tapi yang kenal deket aja. Semua anak pada pesta di dalam.Pesta ulang tahun Ivy bener-bener meriah. Ivy dan Yoga menyelinap lalu pergi jke puncak. Akahirnya jmereka sampai juga di puncak. Sampai di puncak mereka langsung tidur-tiduran. “Say,kamu mau nggak menikah denganku?” kata Yoga. Untuk beberapa detik kemudian Ivy terdiam. Tapi pada saat detik ke empat,dengan mantap Ivy menjawab,”Ya.Esok pazginya yang agak-agak mendung, ivy terbangun dari tidurnya dengan lumayan bahagia. Pokoknya banyak senyum di mukanya. Dia memandang foto jseorang cowok tampan yang menggunakan jaket merah dan tersenyum di dekat air mancur. Siapa lagi kalo bukan Yoga. Ivy bener-bener nggak sabar buat pergi ke skul.Di skul, pas ivy lagi ngerjain tugas Fisika di kelas, Yoga memanggilnya dengan wajah yang lumayan serius. Ivy dan Yoga berjalan menuju care. Kayaknya serius banget. Akhirnya mereka duduk di belakang sendiri. Yoga bener-bener lagi serius banget. Mukanya gak menunjukkan muka ceria kayak biasanya. Alisnya naik ke atas,dengan mimik muka profesor. Alias serius banget. Yoga menghela nafas. Yoga MUTUSIN Ivy. Yoga bangkit dan mencium rambut Ivy dan pergi. Ivy nangis. Apa ini mimpi? Bukan! Ini bukan mimpi ini kenyataan. Mimpi buruk yang telah berubah jadi kenyataan.CHAPTER TEN :OH, YOGA. DON’T, LEAVE ME ALONE!Seorang gadis yang hanya memakai kaos ketat tanpa lengan dan celana biru sedang nangis heboh di kamarnya. Tepat! Ivy lagi nangis dengan heboh di kamarnya. Sebuah kalung dan cincin putih tergeletak pasrah di atas foto Yoga. Tetesan air mta Ivy membasahi foto cowok itu.Tiba-tiba di radio, ada suara seseorang yang amat di kenalnya lagi request.“Gue mau ngucpin minta maaf sama seseorang yang perasaannya telah aku koyak-koyak, aku cabik-cabik,aku lukai. Soti, ini emang berat,tapi kuyakini inilah hal terakhir yang bisa kulakukan. Buat Ivy, I’m Sorry, My Little Bear....” Ivy makin kenceng nangisnya. Apalagi si Yoga rese itu mesen lagunya Cross Botton. Kayaknya kompak banget sama perasaannya Ivy. Sekarang kerjaanya Ivy nangis dan nangis.Esok harinya jdi skul, ivy kayak ayam kurang dosis. Diem melulu,nggak ada kerjaan. Sekarang dia lagi jalan di koridor. Yudha menghampiri Ivy dan kemudian mengajak Ivy pergi ke Dufan. Sepulang sekolah Yudha dan Ivy berangkat ke dufan. Mobil Yudha melaju di jalanan.Pukul tiga lewat banyak,mereka nyampe juga di Dufan. Mereka berdua naik roller coaster paling depan. Ivy teriak-teriak. Yudha malah ketawa-ketiwi sambil ngeliatin Ivy. Kemudian Ivy dan Yudha naik kicir-kicir. Ivy asli pusing. Rasanya mual banget pengen muntah. Gilaaaa,rasanya aneh banget.Permainan yang muter-muter, kayak permainannya hamster,tapi buat manusia yang di gerakkin sama mesin., nggak tau apa namanya yang jelas Ivy dan Yudha naik. Ternyata sampe di atas di sana di berhentiin. Di atas Ivy bener-bener kagum sama pemandangan yang keren banget kalo di liat dari atas, bener-bener romantis. Yudha berdiri dan kemudian merentangkan tangannya. Tiba-tiba kembang api warna-warni keluar mengelilingi area Dufan. Ivy kagum. Yudha minta Ivy buat jadi ceweknya dan Ivy berjanji akan menjawabnya besok.“Gimana..” tanya Yudha keesokan harinya.“sorry....” jawab Ivy menolak Yudha.Di parkiran mobil Yoga sudah berjalan. Ivy berlari mengejar Yoga mobil Yoga terus berjalan tanpa ada niat untuk menghentikan mobilnya dan akhirnya menghilang dari pandangan. Ivy berhenti. Dia jongkok sambil berteriak “YOGAAA!” air matanya masih menetes untuk saat ini.Ivy dan Yudha lagi di lantai paling atas yang ada di sekolahan. Ivy mengulurkan tangannya. Tiba-tiba Yudha ngambil cincin Ivy dari Yoga lalku melemparnya kebawah. Ivy kaget. Ivy langsung turun ke bawah dan mencari cincinnya sambil nangis. Yudha kasian banget ngeliat Ivy jadi kayak orang putus asa kayak gini. Tyudha memberikan cincin Ivy yang di beri Yoga. Ivy langsung mengambil cincinnya dari tangan Yudha. Dia rela mencari cincin itu sampe matahari terbenam hanya untuk nemuin cincin itu. Bener-bener parah...Sekarang pukul empat lewat lima menit. Ivy keluar kamar mo nyari cemilan. Tapi dia berhenti karena dia mendengar pembicaraan yang menarik di ruang kerja bokapnya.CHAPTER ELEVEN :BACK TO SATRT...Ivy terkejut. Sejenak kemudian dia sadar. Ivy langsung membuka ruang kerja kjbokapnya. Ternyata jyang bicara dengan bokapnya adalah si brengsek.....Yudha. Ivy menampar pipi Yudha. Yudha memegang pipinya yang merah. Ivy lari ke kamarnya. Di kamarnya kjIvy nangis se kesal-kesalnya. Ternyata yang nyebabin Yoga mutusin Ivy tu Yudha. Karena Yudha minta ma bokapnyua Ivy cupaya njauhin Ivy ma Yoga alo nggak Ivy bakal di sekolahin keluar negeri. Bener-bener jahat tu si Yudha...Ivy makin parah jaja. Dia jnggak mau keluar nggak mau makan. Nangis terus aja kerjaannya. Matanya bengkak kayak bola golf. Pintu kamar Ivy di ketuk. Setelah berkali-kali di ketuk akhirnya Ivy membuka pintu kamarnya. Ternyata papanya..papa minta maaf sama Ivy da berjanji akan menyelesaikan masalahnya sama Yoga. Untuk ke empat puluh tiga kalinya Ivy nangis dalam empat hari ini. Ivy membalik badan dan memeluk papanya. Entah mengapa, hari itu Ivy baru merasa kalo dia punya Ayah. Ivy udah merasakan hari-harinya. Udah bisa senyum lagi. Ivy lagi baca komik Crayon Sunchan di ruang tamu. Di luar ujan deres. “Ting...tung” siapa sih namu ujan-ujan gini,batin Ivy. Pintu di buka. Yudha berdiri di depan pintu dengan mukanya yang pucet dan bibirnya yang biru, kayak habis berendem tujuh hari. Yudha minta maaf ma Ivy tapi Ivy gak akan maafin Yudha. Ivy menutup pintu dengan keras. Kali ini suara kjbelnya terus-terusan. Ivy membuka pintu. Begitu pintu di buka terdengar bunyi”BRAK!” Yudha terjatuh dengan mulut yang penuh busa.Di rumah sakit Ivy bingung berat. Kenapa sih, Yudha. Ivy bener-bener nggak tau jalan pikiran Yudha. Seoarang dokter dari ruang UGD keluar. Dokter menjelaskan bahwa Yudha mencoba bunuh diri dengan meminum obat nyamuk cair yang di ketemukannya di mobil Yudha. Dokter memegang bahu Ivy. Ivy bingung dan ternyata Yudha tak bisa di selamatkan lagi. Yudha pergi untuk selama-lamanya.Kini karena Yudha Ivy nangis lagi. Hobi satu ini kambuh. Dia merasa bersalah banget sama Yudha. Sebuah surat yang lumayan panjang tergeletak pasrah di meja. Ivy tak membukanya. Rasa bersalahnya membuatnya tak sanggup membacanya. Ivy berbaring memandang surat itu, meraihnya lalu membacanya. Sesaat setelah membaca surat yang di tinggalkan ma Yudha. Ivy nangis.Hari ini Yudha di makamin. Ivy nggak mau ikutan. Rasa bersalahnya gede banget. Ivy hanya nangis di kamar sambil memandangi luarrumah yang lagi deres-deresnya hujan. Tiba-tiba suara orang main gitar, mengagetkannya. Ivy melihat kebawah. Yoga. Lengkap dengan ditar,jaket,celana panjang nyanyi di bawah sambil menghadap ke atas. Menghadap kekamar Ivy. Tak peduli Hujan. Vy menghapus air matanya dengan tawa. Dia tersenyum. Mendengar apa yang Yoga nyanyiin. Iy tersenyum. Dia turun ke bawah. Air matanya kni adalah rawa yang indah. Di luar hujan menanti. Tapi Ivy tak peduli. Dia harus mendapatkan pangerannya. Ivy membuka pintu,lalu terjun ke luar rumah. Ivy dan Yoga ketawa.Senyum Yoga yang dahulu hilang kini kembali lagi. Senyuman yang membuat Ivy menggelepar-nggelepar saking cintanya. Wajah tampannya berkilau di bawah hujan. “Satu lagi dan ini yang terakhir,kamu mau nggak menikah denganku?” ivy lari ke arah Yoga dan berkata, “Aku mau!”Yoga melempar gitarnya. Dan berlari kemudian memeluk Ivy.Hari ini kita harus belajar dari semuanya. Tentang cinta, persahabatan, kesetiaan, kejujuran dan yang terpenting kepercayaan. Kita harus percaya apa yang kita lakukan esok lebih baik dari hari ini. Dan lusa lebih baik dari esok.Cinta adalah kata indah yang tidak semua orang bisa di mengerti.Tapi satu hal yang kita mungkin lupa.Bahwa semua orang bisa merasakan ....cinta.....~THE END~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar